selamat datang di blog baru saya MUHAMAD ISMAIL BUKAN SANTRI BIASA
11-01-1995 CINANAS BANTARKAWUNG RT 4/RW5 JL. MADIN NO 1 MUARA persaudaraan setia hati terate dan panca roba

Sabtu, 26 Januari 2013


SEJARAH BERDIRINYA MASJID ISTIQLAL
tugas ini di buat untuk mengikuti syarat ujian nasional dan ujian sekolah tahun 2012-1013 





Disusun oleh :
                                       Nama           : MUHAMAD ISMAIL
                                       Kelas           : XII IPA 1
                                       NIS             : 4006


YAYASAN AN-NURIYYAH
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) AN-NURIYYAH
Jl. Bandung No.55 Telp (0289)432168
Kab. Brebes Jawa Tengah. Kode pos 52273





PENGESAHAN

Kaya tulis ini telah diuji serta di setujui dan disahkan oleh guru pembimbing dan kepala sekolah untuk memenuhi starat guna mengikuti semester genap dana syarat mengikuti ujian sekolah serta Ujian Nasional (US/UN) tahun pelajaran 2012-2013 pada :

                                    Hari                 :  MUHAMAD ISMAIL
                                    Tanggal            : 11 MARET 1995
                                    Tempat              : BUMIAYU
                                    Nilai                 : 1OO
Judul                : SEJARAH MASID ISTIQLAL




                                                                                                                                 Bumiayu
Mengetahui
Kepala SMA AN-NURIYYAH                                                            Pembimbing



Drs.FAQIHUDIN AMAITH                                                     TITIN SUPRIYATI S.Pd.kim


MOTTO
·         Tiada Kata Terindah Kecuali LAA ILA HA ILALLOH
·         Waktu Adalah Amanat
·         Sahabat Terbaik Untuk Sukses Adalah Ilmu
·         Akhlak,Akal Dan Kejujuran Adalah Peluru Orang Sukses
·         Hidup Itu Akan Indah Jika Kita Bersyukur
·         Jujur Itu Harga Mati Untuk Seorang Kesatria


 
PERSEMBAHAN
                                              karya tuklis ini dipersembahkan kepada :

1.      Ayah dan ibu tercunta
2.      Kakak-kakak ku tercinta
3.      Yang terhormat Bapak kepala sekolah SMA AN-NURIYYAH
4.      Dewan guru/pembimbing beserta staf karyawan
5.      Rekan-rekan yang telah membantu baik berupa moril maupun spiritual
6.      Para pembaca yang budiman









KATA PENGANTAR
                  Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT  atas  petunjuk dan bimbingannya kami dapat menyelesaikan tugas karya tulis ini dengan lancar tanpa ada halangan apapun .
                  Adapun  karya tulis ini merupakan tugas dari sekolah guna menghadapi salah satu syarat Ujian Sekolah dan Ujian Nasional
                 Kemudian penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun karya tulis ini  khususnya :
1.      Ayah dan ibu yang telah member dukungan baik moril maupun materil
2.      Bapak kepala sekolah dan dewan guru yang telah member motivasi belajar
3.      Ibu Titin Supriyati Spd.Kim selaku pembimbing yang telah memberi saran sehingga karya tulis ini tersusun dengan baik
4.      Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunana dalam karya tulis ini

 Sehingga kami menyadari keterbatasan kami dalam menyusun masih jauh dari kesempurnaan ,kami     sangat berlapang dada apabila Bapak/Ibu  Guru serta pembaca untuk memberikan kritik dan sarannya untuk menambah pengetahuan dan wawasan


                 Semoga karya tulis ini bagi kita semua, akhir kata kami ucapkan terima kasih.






                                                                                                                        Bumiayu
                                                                                                                        Penulis


                                                                                                            MUHAMAD ISMAIL





DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................         i
HALAMAN MOTTO....................................................................................        ii
HALAMAN PERSEMBAHAN....................................................................      iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................       iv
DAFTAR ISI...................................................................................................        v
      BAB I PENDAHULUAN........................................................................        1
A.    Latar Belakang masalah............................................................        1
B.     Tujuan  penulis..........................................................................        1
C.     Alasan pemilihan judul.............................................................        1
D.    Pembatasan masalah......................................................................   1
E.     Metode penulisan......................................................................       2
F.      Sistematika Penulisan...............................................................        2
................. BAB II PEMBAHASAN…………………………………………      3
A.    Sejarah masjid istiqlal...............................................................        3
B.     Penentuan lokasimasjid.............................................................        3
C.     Sayembara desain masjid istiqlal..............................................        4
D.    Awal pembangunan masjid istiqlal...........................................        4
E.     Proses panjang pendirian masjid istiqlal...................................        5
BAB III... PENUTUP………………………………………………       7
A.    Kesimpulan...............................................................................        7
B.     Saran saran ...............................................................................        7
C.     DAFTARPUSTAKA.............................................................        8




BAB I
PENDAHULUAN
A.                  Latar belakang masalah
               Dalam penyusunan karya tulis kegiatan wisata ini penulis mengambil judul sejarah berdirinya masjid istiqlal Jakarta sebagai salah satu kota diwilayah Indonesia ini terkenal mempunyai keindahan dan kemegahan suatu bangunan terutama masjid istiqlal,masjid yang mempunyai keindahan dan kemegahan. Masjid istiqlal merupakan masjid terbesar diasia tenggara.yang dapat menampung ribuan jamaah sehingga membuat masjid ini mempunyai daya tarik tersendiri .
                 Bangunan utama masjid istiqlal ini yang berdiri di atas tanah seluas tiga  hektar itu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang di bangun pada masa pemerintahan soekarno.
B.                   Tujuan penulis
                Dalam pembuatan karya tulis ini penulis mempunyai tujuan pembuatan yaitu:
1.      Untuk memenuhi tugas dan persyaratan untuk mengikuti UAS/UN
2.      Memperkenalkan sejarah masjid istiqlal
3.      Untuk dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan
C.                   Alas an pemilihan judul
                Alasan pemilihan judul “Sejarah dibalik kemegahan masjid istiqlal”
Adalah berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Kunjungan penulis kemasjid istiqlal dalam study tour
2.      Pentingnya keberadaan masjid istiqlal karena memiliki sejarah
3.      Nilai dan manfaat yang baik dari masjid istiqlal
D.                        Pembatasan masalah
                Dalam penulisan karya ini ,biasanya terjadi kesalahan dalam menguaraikan suatu maslah-masalah untuk itulah penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan dalam menguraikan  serta memberikan gambaran-gambaran yang cukup jelas dan ringkas , oleh karena itu penulis membatasi suatu masalah yang akan di bahas adalah sejarah berdirinya masjid isqlal di Jakarta.
E.                        Metode penulisan
                Metode yang digunakan penulis dalam pembuatan karya ini bersumber dari media massa”sejarah masjid istiqlal” selain itu penulis juga melakukan observasi/pengamatan dengan cara melihat langsung segala hal yang ada di masjid istiqlal.
F.                         Sistematika karyatulis
BAB I Pndahuluan;
                      Menjelaskan tentang latar belakang, tujuan penulisan, pembatasan masalah, metode penulisan
BAB II pembahasan
BAB III PENUTUP : memuat kesimpulan dan saran


BAB II
PEMBAHASAN
A.                    MASJID ISTIQLAL JAKARTA


Pesona kemegahan masjid pada malam hari
A.    SEJARAH MASJID ISTIQLAL
Pada tahun 1953 beberapa ulama mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta sebagai ibukota dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka adalah KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama, yang melontarkan ide pembangunan masjid itu bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal.
Pada tanggal 7 Desember 1954 didirikan yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka (kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Museum Nasional), menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal. Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SAW. Presiden pertama RI Soekarno menyambut baik ide tersebut dan mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).
B.     Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal
Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit. Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.
C.     Sayembara Desain Masjid Istiqlal
Setahun sebelumnya, Ir. Soekarno menyanggupi untuk membantu pembangunan masjid, bahkan memimpin sendiri penjurian sayembara desain maket masjid. Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof.Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof.Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.
Pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram. Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat:
1.                  F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”
2.                  R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar”
3.                  Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam”
4.                  Mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5”
5.                  Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”
Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan arsitektur beserta makna yang terkandung didalamnya berdasarkan gagasan para peserta maka akhirnya pada 5 Juli 1955 atas perintah Presiden Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang sebagai model dari Masjid Istiqlal. Sang Arsitek Masjid Beragama Kristen Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912, anak dari pasangan suami istri Jonas Silaban Nariaboru. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.
Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia.
D.    Awal Pembangunan Masjid Istiqlal
Pada sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang dimana-mana. Kemudian tahun 1960, di tempat yang sama, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat biasa, pegawai negeri, swasta, alim ulama dan ABRI bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu.
Setahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1961, masih dalam bulan yang sama perayaan kemerdekaan RI, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang dimaksudkan sebagai simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Padanan katanya dalam bahasa Arab berarti merdeka dan disepakati diberi nama Istiqlal sehingga jadilah, Masjid Istiqlal namanya.
Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik.
E.     Proses Panjang Pembangunan Masjid Istiqlal

1963,suasana saat pembangunan masjid istiqlal(dokumen wikipedia)
Seiring dengan iklim politik dalam negeri yang cukup memanas, proyek ambisius itu tersendat-sendat pembangunannya, karena berbarengan dengan pembangunan monumen lain seperti Gelora Senayan, Monumen Nasional, dan berbagai proyek mercu suar lainnya. Hingga pertengahan tahun ’60-an proyek Masjid Istiqlal terganggu penyelesaiannya. Puncaknya ketika meletus peristiwa G 30 S/PKI tahun ’65-’66, pembangunan Masjid Istiqlal bahkan terhenti sama sekali.
Barulah ketika Himpunan Seniman Budayawan Islam memperingati miladnya yang ke-20, sejumlah tokoh, ulama dan pejabat negara tergugah untuk melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal. Dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan upaya penggalangan dana mewujudkan fisik masjid digencarkan kembali. Presiden Soekarno, yang pamornya di mata masyarakat mulai luntur, kedudukannya dalam kepengurusan diganti oleh KH. Idham Chalied yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal yang baru. Lewat kepengurusan yang baru, masjid dengan arsitektur bergaya modern itu selesai juga pembangunannya.
Semula pembangunan masjid direncanakn akan memakan waktu selama 45 tahun namun dalam pelaksanaannya ternyata jauh lebih cepat. Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama.
Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978. Kurun waktu pembangunannya telah melewati dua periode masa kepemimpinan yaitu Orde Lama dan Orde Baru. Pendanaan pembangunan masjid ini pada masa Orde Lama direalisasikan melalui proyek Mandataris sementara pada masa Orde Baru menjadi bagian dari Proyek RePelita (Rencana Pembagunan Lima Tahun). Kini masjid Istiqlal berdiri megah di Ibukota Jakarta dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia.





BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
1.      proyek pembangunan masjid istiqlal merupakan mega proyek yang menelan biaya, waktu,tenaga dan fikiran yang banyak namun di sisi lain hal tersebut merupakan suatu hal yang ternilai sangat positif bagi bangsa ini.dan kebanggaan yang sangat luar biasa dengan proses yang sangat panjang masjid tersebut dapat berdiri di tengah-tengah masyarakat yang pada waktu itu mengaLAmi iklim politik dalam negeri yang memanas.dan pada waktu pembangunan juga berbarengan dengan pembangunan monas tetapi bangunan tersebut tetap dapat berdiri dengan kokoh dan sangat megah
2.      masjid istiqlal merupakan salah satu tempat yang kami kunjungi pada saat pelaksanaan study tour.dan masjid istiqlal merupakan tempat pertama yang kami kunjungi.
B.SARAN
Agar masjid istiqlal yang bangsa Indonesia miliki selalu terjaga dan terawat maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut :
1.      Kita tidak boleh melupakan sejarah bangsa Indonesia ini.
2.      Sebaiknya kita harus melestarikan tempat-tempat sejarah yang ada di Indonesia agar masih tetap terpelihara sehingga anak cucu kita nanti bisa ikut menikmatinya.
3.       Selalu dijaga kebersihan lingkungan disekitar Monas karena banyak turis yang berkunjung baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sehingga nama bangsa Indonesia selalu harum di mata dunia.

















DAFTAR PUSTAKA
Ø  Berdasarkan interview dari pemandu wisata
Ø  Berdasarkan pengamatan penulis
Ø  Sutarmaji ahmad ,H.Dr juni 2001 M
Ø  Google.sejarah istiqlal.com
Ø  Wikipedia.sejarah masjid istiqlal



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar